Sleman – (MTsN 5 Sleman) MTsN 5 Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan yang berkualitas, partisipatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan Review Draf Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027, kali ini madrasah menggelar Uji Publik Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Senin (22/6/2026) di Aula MTsN 5 Sleman.

Kegiatan ini menjadi tahapan lanjutan sekaligus penyempurnaan dari proses penyusunan kurikulum yang telah dilakukan beberapa waktu sebelumnya. Uji publik bertujuan untuk memperoleh masukan, saran, kritik, serta tanggapan dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) agar dokumen kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan pendidikan saat ini.

Acara dihadiri oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 5 Sleman, perwakilan siswa, serta perwakilan orang tua/wali murid. Hadir pula Pengawas Pendamping MTsN 5 Sleman, H. Nur Wahyudin Al Aziz, S.Pd., M.Pd., dan PLT Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan arahan dari PLT Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa kurikulum bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan yang menentukan arah pendidikan sebuah lembaga.

“Kurikulum harus selalu berpihak kepada kebutuhan peserta didik. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan keagamaan yang menjadi identitas madrasah,” ungkapnya.

Beliau juga mengapresiasi langkah MTsN 5 Sleman yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam penyusunan kurikulum. Menurutnya, keterlibatan siswa dan orang tua merupakan bentuk implementasi pendidikan yang demokratis dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala MTsN 5 Sleman, Drs. H. Busyroni Majid, M.Si., yang menyampaikan bahwa kurikulum merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan di madrasah.

“Kurikulum ini nantinya akan menjadi pedoman seluruh proses pendidikan di MTsN 5 Sleman selama Tahun Pelajaran 2026/2027. Oleh karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara cermat, berdasarkan data, kebutuhan, dan masukan dari berbagai pihak. Harapan kami, melalui proses uji publik ini, kurikulum MTsN 5 Sleman semakin kuat dan mampu membawa madrasah menjadi lembaga pendidikan yang semakin bermartabat,” tuturnya.

Sesi inti kegiatan diisi dengan pemaparan draf kurikulum oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Moh. Abdul Jabbar, S.Pd. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai komponen yang akan menjadi fokus pelaksanaan pendidikan di MTsN 5 Sleman pada tahun ajaran mendatang.

Kurikulum yang disusun tetap mengakomodasi penguatan akademik, tahfiz Al-Qur’an, pendidikan karakter, pengembangan bakat dan minat peserta didik, serta penguatan tipologi Madrasah Cyber yang menjadi ciri khas MTsN 5 Sleman sebagai madrasah percontohan (piloting project) Madrasah Cyber di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu, kurikulum juga mengintegrasikan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas Kementerian Agama, yaitu pembelajaran yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, penghormatan terhadap sesama, serta kepedulian sosial. Pendekatan Deep Learning juga menjadi bagian penting dalam desain pembelajaran, sehingga siswa tidak hanya belajar untuk menghafal, tetapi mampu memahami, merefleksikan, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Suasana uji publik berlangsung hidup dan penuh antusiasme. Seluruh stakeholder diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan dan tanggapan terhadap dokumen kurikulum yang telah dipaparkan.

Perwakilan guru, tenaga kependidikan, siswa, maupun orang tua secara aktif menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai aspek pembelajaran, penguatan karakter, pelayanan pendidikan, hingga pengembangan program unggulan madrasah.

Salah satu momen yang menarik adalah ketika PLT Kasi Dikmad, Tri Wahyuni, berdialog langsung dengan perwakilan siswa. Dalam sesi tersebut, beliau menanyakan berbagai pengalaman belajar siswa di MTsN 5 Sleman, termasuk keunggulan yang dirasakan serta beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan.

Dialog tersebut berlangsung hangat dan terbuka. Para siswa menyampaikan pandangan mereka mengenai proses pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, program tahfiz, hingga fasilitas pembelajaran yang mendukung kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, Pengawas Pendamping MTsN 5 Sleman, Nur Wahyudin Al Aziz, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap dokumen kurikulum yang telah disusun oleh tim MTsN 5 Sleman.

“Sepanjang yang saya ketahui, ini merupakan salah satu draf kurikulum terbaik yang dimiliki madrasah di Kabupaten Sleman. Dokumen ini sangat lengkap, sistematis, visioner, dan menunjukkan kesungguhan seluruh tim dalam merancang pendidikan yang berkualitas,” ungkap Pak Aziz.

Beliau menilai bahwa kurikulum tersebut telah memuat berbagai kebutuhan pendidikan modern tanpa meninggalkan identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul.

Menurutnya, keberhasilan penyusunan kurikulum tidak hanya terlihat dari kualitas dokumennya, tetapi juga dari proses penyusunannya yang melibatkan banyak pihak dan dilakukan secara bertahap melalui review, evaluasi, hingga uji publik.

Kegiatan uji publik ini menjadi bukti bahwa MTsN 5 Sleman tidak hanya menyusun kurikulum dari balik meja, tetapi membangunnya melalui dialog dan kolaborasi bersama seluruh komponen pendidikan.

Melalui proses tersebut, diharapkan kurikulum yang dihasilkan benar-benar menjadi pedoman yang aplikatif, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era yang terus berkembang.

Dengan terselenggaranya Uji Publik Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027 ini, MTsN 5 Sleman semakin meneguhkan diri sebagai madrasah yang terus bergerak maju, terbuka terhadap masukan, serta berkomitmen menghadirkan pendidikan yang unggul dalam akademik, kuat dalam karakter, religius dalam nilai, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.