(Sleman – MTsN 5 Sleman) MTsN 5 Sleman resmi mengawali rangkaian Masa Taaruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/07/2026). Kegiatan yang menjadi gerbang awal bagi peserta didik baru ini berlangsung meriah, edukatif, dan sarat akan pendidikan karakter. Matamuda tidak hanya menjadi ajang perkenalan lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi proses awal pembentukan budaya belajar, penguatan karakter, dan penanaman nilai-nilai keislaman yang akan mengiringi perjalanan peserta didik selama menempuh pendidikan di MTsN 5 Sleman.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 5 Sleman, Drs. H. Busyroni Majid, M.Si., yang ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan murid baru. Penyematan tersebut menjadi simbol diterimanya peserta didik sebagai bagian dari keluarga besar MTsN 5 Sleman sekaligus menjadi awal perjalanan mereka menuju pribadi yang religius, berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Busyroni Majid mengajak seluruh peserta didik baru untuk memanfaatkan masa belajar di madrasah sebagai proses membangun masa depan. Menurutnya, MTsN 5 Sleman bukan sekadar tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menempa akhlak, membangun karakter, serta mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.

“Selamat datang di keluarga besar MTsN 5 Sleman. Jadikan madrasah ini sebagai tempat bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Apa yang kalian lakukan mulai hari ini akan menjadi bekal menuju masa depan,” tutur Busyroni.

Usai pembukaan, peserta langsung mengikuti materi pertama yang disampaikan oleh Kepala Madrasah mengenai Ekoteologi, salah satu program prioritas Kementerian Agama yang telah menjadi budaya di MTsN 5 Sleman. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa ekoteologi merupakan cara pandang keagamaan yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi keimanan kepada Allah SWT.

Beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk membiasakan perilaku sederhana namun berdampak besar, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghemat penggunaan air dan listrik, mengurangi sampah plastik, merawat tanaman, serta membangun kesadaran bahwa mencintai lingkungan merupakan bagian dari ibadah.

“Menjadi pelajar yang hebat bukan hanya ditunjukkan oleh nilai akademiknya, tetapi juga oleh kepeduliannya terhadap lingkungan. Alam adalah amanah Allah SWT yang harus dijaga bersama. Ketika kita mencintai bumi, sesungguhnya kita sedang mengamalkan ajaran agama,” jelas Busyroni.

Materi berikutnya disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Mooh. Abdul Jabbar, S.Pd., yang mengenalkan profil serta budaya MTsN 5 Sleman kepada seluruh peserta didik baru. Ia menjelaskan bahwa MTsN 5 Sleman merupakan Madrasah Adiwiyata, Madrasah Ramah Anak, sekaligus memiliki tiga tipologi unggulan, yaitu Madrasah Cyber, Madrasah Akademik, dan Madrasah Tahfiz.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Jabbar memaparkan berbagai program pembelajaran, pengembangan akademik, pembinaan keagamaan, layanan bimbingan konseling, program literasi, hingga beragam kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menjadi ruang berkembang bagi peserta didik sesuai bakat dan minatnya.

Sebagai bentuk pengenalan lingkungan secara langsung, peserta kemudian mengikuti kegiatan Tour Matsanemas, yaitu tur mengelilingi seluruh area madrasah. Mereka diajak mengenal ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan Miftahul Ilmi, ruang Bimbingan Konseling (BK), Unit Kesehatan Sekolah (UKS), masjid, kantin sehat, hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya. Tidak hanya mengenal lokasi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai fungsi setiap fasilitas serta budaya menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan madrasah. Dalam kesempatan itu pula, siswa juga berkenalan dengan para guru, sesama siswa, kakak kelas, dan seluruh komponen madrasah.

Selanjutnya, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Sigit Wahyu Haryono, S.Pd., memberikan materi mengenai Disiplin Positif. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa budaya disiplin di MTsN 5 Sleman dibangun melalui kesadaran, bukan karena rasa takut terhadap hukuman.

Menurutnya, disiplin merupakan karakter yang harus tumbuh dari dalam diri peserta didik, mulai dari membiasakan hadir tepat waktu, menjaga kebersihan, menghormati guru dan teman, bertanggung jawab terhadap tugas, hingga mampu mengendalikan diri dalam kehidupan sehari-hari.

“Disiplin bukan sekadar menaati tata tertib, tetapi membangun kebiasaan baik yang akan menjadi bekal keberhasilan di masa depan. Ketika disiplin tumbuh dari kesadaran, maka prestasi akan mengikuti,” terang Sigit.

Suasana Matamuda semakin semarak ketika peserta mengikuti sesi Pengenalan Himne dan Mars Madrasah yang dipandu oleh Sariningsih, S.Pd. Pada sesi ini, peserta tidak hanya diajak menghafal lirik, tetapi juga memahami sejarah, makna, dan filosofi dari Himne serta Mars Madrasah sebagai identitas dan kebanggaan warga MTsN 5 Sleman.

Dengan penuh semangat, Ibu Sariningsih membimbing peserta mulai dari pengenalan teori hingga praktik menyanyikan Himne dan Mars Madrasah secara bersama-sama. Ratusan peserta didik baru tampak antusias mengikuti setiap arahan. Lagu-lagu kebanggaan madrasah tersebut menggema di aula, menciptakan suasana yang penuh semangat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap almamater sejak hari pertama mereka bergabung sebagai keluarga besar MTsN 5 Sleman.

Sebagai bagian dari pendidikan karakter, Matamuda tahun ini juga menghadirkan program bakti sosial. Seluruh peserta didik baru membawa sembako yang nantinya akan disalurkan kepada panti asuhan di sekitar lingkungan madrasah. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial serta membiasakan peserta didik untuk berbagi kepada sesama sejak dini.

Tidak hanya itu, selama rangkaian Matamuda berlangsung, peserta juga mengikuti program Kado Silang Persahabatan. Setiap hari, masing-masing peserta membawa bingkisan sederhana berupa makanan ringan senilai sekitar Rp5.000 yang kemudian dipertukarkan secara acak kepada teman lainnya.

Program sederhana tersebut menjadi media pembelajaran karakter yang mengajarkan arti berbagi, keikhlasan, rasa syukur, serta membangun persahabatan di antara peserta didik baru. Suasana penuh keceriaan tampak ketika mereka saling memberikan bingkisan. Tawa dan senyum menghiasi wajah para peserta yang baru saling mengenal, menjadikan Matamuda sebagai ruang yang hangat untuk membangun kebersamaan.

Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pagi hingga siang, peserta melaksanakan salat Zuhur berjamaah, dilanjutkan dengan pembiasaan ibadah sebagai bagian dari budaya religius yang terus dikembangkan di MTsN 5 Sleman.

Rangkaian kegiatan hari pertama kemudian dilanjutkan dengan edukasi literasi keuangan dan kesadaran menabung sejak usia dini yang disampaikan oleh Bank Sleman. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengelola uang saku secara bijaksana, membedakan kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan hidup hemat, serta menanamkan budaya menabung sebagai bekal masa depan.

Materi dikemas secara komunikatif dan interaktif sehingga mudah dipahami oleh peserta didik. Mereka diajak menyadari bahwa kebiasaan mengelola keuangan dengan baik merupakan bagian dari pembentukan karakter mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi kehidupan di masa mendatang.

Sepanjang pelaksanaan hari pertama, suasana Matamuda berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh semangat. Para pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) berperan aktif sebagai pendamping peserta didik baru. Melalui berbagai permainan edukatif, ice breaking, pendampingan kelompok, serta interaksi yang akrab, OSIM berhasil menciptakan suasana yang nyaman sehingga peserta baru lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan madrasah.

Pelaksanaan Matamuda hari pertama menunjukkan komitmen MTsN 5 Sleman dalam menghadirkan masa pengenalan lingkungan sekolah yang edukatif, ramah anak, bebas dari perundungan, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Seluruh materi dirancang secara sistematis untuk membekali peserta didik dengan nilai-nilai religius, kepedulian terhadap lingkungan, disiplin positif, literasi digital, kecintaan terhadap madrasah, kepedulian sosial, hingga literasi keuangan.

Melalui Matamuda, MTsN 5 Sleman ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia yang utuh. Dengan mengusung identitas sebagai Madrasah Cyber, Madrasah Akademik, dan Madrasah Tahfiz, MTsN 5 Sleman terus berkomitmen melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, peduli terhadap sesama, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat.

Hari pertama Matamuda pun menjadi awal yang penuh makna bagi seluruh peserta didik baru. Sebuah langkah pertama untuk mengenal madrasah, membangun persahabatan, menanamkan karakter, dan memulai perjalanan menuju masa depan yang lebih cerah bersama MTsN 5 Sleman. (Hum M5)