(Sleman – MTsN 5 Sleman) Memasuki tahun ajaran baru sekaligus mempersiapkan peserta didik kelas IX menghadapi tahun penentu kelulusan dan jenjang pendidikan berikutnya, MTsN 5 Sleman menggelar Motivasi Parenting Wali Murid Kelas IX pada Selasa (14/07/2026) di Serambi Masjid Ulul Albab MTsN 5 Sleman. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh orang tua/wali murid kelas IX ini menghadirkan Pengawas Pendamping MTsN 5 Sleman, H. Nur Wahyudin Al Aziz, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama.

Parenting ini menjadi salah satu langkah strategis madrasah untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga. MTsN 5 Sleman meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di madrasah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola pendampingan orang tua di rumah. Oleh karena itu, sinergi kedua lingkungan tersebut menjadi fondasi penting dalam mengantarkan peserta didik meraih prestasi akademik maupun pembentukan karakter.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan sambutan Kepala MTsN 5 Sleman, Drs. H. Busyroni Majid, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kelas IX merupakan fase yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih intensif dari berbagai pihak.

“Kesuksesan anak bukan hanya hasil kerja madrasah, tetapi juga buah dari pendampingan orang tua di rumah. Ketika program madrasah berjalan seiring dengan pola pengasuhan keluarga, insyaallah anak-anak akan memiliki semangat belajar yang lebih baik dan mampu mencapai hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Memasuki sesi utama, H. Nur Wahyudin Al Aziz mengajak para orang tua memahami perubahan karakter generasi saat ini. Menurutnya, peserta didik yang saat ini duduk di bangku MTs merupakan bagian dari Generasi Alpha, generasi yang sejak kecil telah hidup berdampingan dengan teknologi digital.

“Anak-anak kita lahir pada zaman yang berbeda dengan kita. Dunia mereka dipenuhi teknologi, informasi yang sangat cepat, serta lingkungan sosial yang terus berubah. Karena itu, cara mendidik mereka juga tidak bisa lagi sepenuhnya menggunakan pola lama. Orang tua harus mampu menyesuaikan diri dengan dunia anak,” jelas Pak Aziz.

Beliau menegaskan bahwa mendidik Generasi Alpha tidak cukup hanya dengan memberikan perintah atau larangan. Orang tua perlu membangun komunikasi yang hangat, menjadi pendengar yang baik, sekaligus hadir sebagai pendamping yang mampu memahami kebutuhan psikologis anak. Menurutnya, anak akan lebih mudah menerima arahan ketika merasa dihargai, dipercaya, dan diajak berdialog.

Pak Aziz juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi remaja saat ini. Perkembangan teknologi digital telah membuka akses informasi yang begitu luas, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko, seperti kecanduan gawai, paparan konten negatif, tekanan media sosial, hingga perubahan pola pergaulan yang berlangsung sangat cepat. Oleh sebab itu, orang tua dituntut lebih adaptif dalam mendampingi anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa kehilangan nilai-nilai agama, etika, dan karakter.

Dalam kesempatan tersebut, beliau mengingatkan bahwa pendidikan terbaik tidak lahir dari pengawasan yang berlebihan, melainkan dari keteladanan yang konsisten. Orang tua diharapkan mampu menciptakan suasana rumah yang nyaman untuk belajar, membangun kebiasaan berdiskusi, memberikan apresiasi terhadap proses, serta menjadi teladan dalam kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab.

Pak Aziz juga mengajak para wali murid untuk mendukung seluruh program yang telah dirancang oleh MTsN 5 Sleman, khususnya bagi siswa kelas IX yang akan menghadapi berbagai asesmen dan proses menuju kelulusan. Menurutnya, program madrasah telah disusun secara sistematis untuk membantu peserta didik berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Jangan sampai program yang sudah disiapkan madrasah berjalan sendiri. Dukungan orang tua sangat menentukan keberhasilan anak. Ketika madrasah dan keluarga memiliki tujuan yang sama, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang positif dan memiliki peluang lebih besar untuk meraih kesuksesan,” tuturnya.

Selama sesi berlangsung, suasana tampak hangat dan komunikatif. Para orang tua menyimak materi dengan antusias serta aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mendampingi putra-putri di rumah. Beragam pengalaman dibagikan, mulai dari pengaturan penggunaan gawai, membangun motivasi belajar, hingga cara menjaga komunikasi yang efektif dengan remaja.

Melalui kegiatan parenting ini, MTsN 5 Sleman berharap terbangun kesamaan visi antara madrasah dan keluarga dalam mendidik peserta didik. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan siswa kelas IX mampu menjalani proses belajar secara optimal, memiliki karakter yang tangguh, serta siap meraih prestasi terbaik sekaligus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen MTsN 5 Sleman dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai mitra strategis dalam mewujudkan generasi yang religius, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berprestasi. (HumM5)