(Sleman – MTsN 5 Sleman) MTsN 5 Sleman terus memperkuat budaya sekolah yang berkarakter melalui penyelenggaraan Sosialisasi Disiplin Positif kepada seluruh peserta didik. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (27/07/2026) di halaman upacara MTsN 5 Sleman ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menjadi langkah awal penerapan budaya disiplin pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Berbeda dengan pendekatan disiplin yang identik dengan hukuman, Disiplin Positif merupakan upaya membangun kesadaran diri peserta didik agar mampu bertanggung jawab atas setiap tindakan, menghargai aturan, serta membentuk karakter yang mandiri, tertib, dan berintegritas. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan menaati aturan bukan karena takut terhadap hukuman, melainkan karena memahami bahwa disiplin merupakan kebutuhan untuk meraih keberhasilan di masa depan.

Acara diawali dengan sambutan Kepala MTsN 5 Sleman, Drs. H. Busyroni Majid, M.Si. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa tahun ajaran baru ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya disiplin di lingkungan madrasah.

“Disiplin Positif atau Dispo ini telah digodok oleh Bapak Ibu guru dan tenaga kependidikan selama kurang lebih satu bulan. Tahun ini adalah Tahun Disiplin bagi MTsN 5 Sleman. Seluruh warga madrasah memiliki kewajiban untuk tertib, disiplin, dan melaksanakan seluruh aturan yang telah disepakati bersama. Disiplin bukan untuk membatasi kebebasan, tetapi untuk membentuk karakter yang akan menjadi bekal kesuksesan anak-anak di masa depan,” tegas beliau.

Pak Majid juga menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh karakter yang kuat. Menurutnya, kebiasaan datang tepat waktu, berpakaian rapi, menjaga kebersihan, menghormati guru, serta bertanggung jawab terhadap tugas merupakan nilai-nilai sederhana yang akan membentuk pribadi unggul apabila dilakukan secara konsisten setiap hari.

Usai sambutan Kepala Madrasah, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis mengenai Disiplin Positif oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Sigit Wahyu Haryono, S.Pd. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara rinci berbagai ketentuan yang tertuang dalam pedoman Disiplin Positif MTsN 5 Sleman.

Materi yang disampaikan meliputi mekanisme kehadiran peserta didik, ketentuan penggunaan seragam, kerapian rambut, etika berpenampilan, kedisiplinan mengikuti pembelajaran, tata tertib selama berada di lingkungan madrasah, hingga sikap sopan santun dalam berinteraksi dengan guru maupun sesama peserta didik.

Pak Sigit menekankan bahwa setiap aturan memiliki tujuan edukatif. Oleh karena itu, ketika terjadi pelanggaran, madrasah menerapkan konsekuensi positif yang bersifat mendidik dan membangun kesadaran, bukan hukuman yang merendahkan martabat peserta didik. Dengan demikian, siswa didorong untuk melakukan refleksi, memperbaiki kesalahan, dan bertanggung jawab atas perilakunya sehingga karakter disiplin tumbuh dari dalam diri.

“Tujuan utama Disiplin Positif adalah membentuk kebiasaan baik. Kami ingin setiap siswa memahami alasan di balik setiap aturan sehingga mereka mampu mengendalikan diri dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat,” jelas Pak Sigit.

Pada sesi berikutnya, Guru Bimbingan dan Konseling MTsN 5 Sleman, Dra. Suwarti, memperkenalkan sistem digital yang akan digunakan dalam pelayanan kesiswaan. Beliau menyosialisasikan penggunaan QR Code sebagai media presensi kehadiran, pengajuan izin, hingga pencatatan kepulangan peserta didik.

Digitalisasi layanan tersebut menjadi bagian dari penguatan identitas MTsN 5 Sleman sebagai Madrasah Cyber, yang mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam tata kelola madrasah secara efektif, efisien, dan akuntabel. Dengan sistem ini, administrasi kehadiran dan perizinan diharapkan menjadi lebih cepat, tertib, transparan, dan mudah dipantau.

Tidak hanya itu, madrasah juga memperkenalkan mekanisme layanan pengaduan peserta didik. Melalui sistem yang disediakan, siswa diberikan ruang untuk melaporkan berbagai persoalan yang mereka temui di lingkungan madrasah, baik berkaitan dengan perundungan (bullying), pelanggaran tata tertib, kondisi fasilitas, maupun berbagai peristiwa lain yang memerlukan perhatian pihak sekolah.

Layanan tersebut merupakan bentuk komitmen MTsN 5 Sleman dalam membangun budaya madrasah yang aman, nyaman, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional oleh pihak yang berwenang dengan tetap menjaga kerahasiaan pelapor.

Melalui sosialisasi ini, MTsN 5 Sleman berharap seluruh warga madrasah memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya Disiplin Positif sebagai budaya bersama. Dengan kedisiplinan yang tumbuh dari kesadaran, didukung pemanfaatan teknologi digital serta komunikasi yang terbuka, madrasah optimistis mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, berkarakter, dan berkualitas.

Semangat Tahun Disiplin yang dicanangkan MTsN 5 Sleman diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi yang religius, berintegritas, bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlakul karimah yang menjadi ciri khas pendidikan madrasah. (Hum M5)