Sleman – (MTsN 5 Sleman) Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Dengan semangat menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, MTsN 5 Sleman mengemas hari ketiga Masa Taaruf Murid Baru (MATAMUDA) dalam kegiatan Educational Outing Class bertajuk Bakti Sosial dan Kunjungan Edukatif, Rabu (15/07/2026). Melalui kegiatan ini, murid-murid baru diajak belajar langsung dari lingkungan sekitar agar memperoleh pengalaman nyata yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter.
Educational Outing Class menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran kontekstual yang diterapkan MTsN 5 Sleman. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mengalami, mengamati, dan merefleksikan berbagai nilai kehidupan melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan berbagai lembaga pendidikan.
Menguatkan Budaya Literasi di Perpustakaan Daerah Sleman
Destinasi pertama adalah Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 11.00 WIB. Setibanya di lokasi, para murid disambut oleh pustakawan yang kemudian mengenalkan berbagai layanan perpustakaan modern kepada peserta.
Murid memperoleh penjelasan mengenai fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar sepanjang hayat, tata cara menjadi anggota perpustakaan, sistem peminjaman buku, pemanfaatan koleksi digital, hingga etika ketika berada di ruang baca. Mereka juga dikenalkan dengan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kegiatan belajar.
Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti penguatan literasi melalui berbagai aktivitas interaktif, termasuk menyaksikan film edukatif tentang pentingnya membaca. Film tersebut mengajak siswa memahami bahwa kebiasaan membaca merupakan jendela pengetahuan yang mampu membuka wawasan, membangun imajinasi, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Melalui kunjungan ini, MTsN 5 Sleman berharap budaya membaca dapat tumbuh sejak hari-hari pertama peserta didik memasuki madrasah sehingga literasi menjadi bagian dari kebiasaan hidup mereka.

Menanamkan Empati melalui Bakti Sosial
Usai kegiatan literasi, rombongan melanjutkan perjalanan untuk melaksanakan bakti sosial ke dua lembaga sosial yang berada di sekitar wilayah madrasah, yaitu Panti Asuhan Bina Insani dan Yayasan Daarut Taqwa Ihsaniyya.
Bantuan yang disalurkan berupa berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, gula, dan bahan pangan lainnya. Seluruh bantuan tersebut berasal dari kepedulian para murid baru yang sejak hari pertama MATAMUDA mengumpulkan sembako sebagai bentuk gerakan berbagi.
Prosesi penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Para murid tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis, tetapi juga berinteraksi langsung dengan penghuni panti, mendengarkan cerita, serta berbagi kebahagiaan bersama.
Kegiatan ini menjadi pembelajaran karakter yang sangat berharga. Para peserta diajak menyadari bahwa masih banyak saudara sebaya yang menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan. Dari pengalaman tersebut, tumbuh rasa syukur atas nikmat yang dimiliki, sekaligus kesadaran untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama.
Guru pendamping menjelaskan bahwa bakti sosial bukan semata-mata memberikan bantuan materi, tetapi juga membangun empati, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari nilai-nilai yang harus dimiliki setiap pelajar madrasah.

Belajar Sejarah di Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto
Perjalanan edukatif kemudian berlanjut menuju Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto. Kehadiran rombongan MTsN 5 Sleman disambut hangat oleh pengelola museum yang kemudian mengajak peserta berkeliling mengenal berbagai koleksi sejarah.
Di museum tersebut, para murid mempelajari perjalanan hidup Jenderal Besar H.M. Soeharto sejak masa kecil hingga kiprahnya dalam perjalanan bangsa Indonesia. Berbagai dokumentasi, foto, benda bersejarah, hingga diorama perjuangan menjadi media belajar yang menarik bagi peserta.
Melalui penjelasan dari pemandu museum, siswa diajak memahami pentingnya semangat perjuangan, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja keras, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Pembelajaran sejarah yang dikemas secara visual membuat para murid lebih mudah memahami berbagai peristiwa penting dibandingkan hanya membacanya melalui buku pelajaran.
Suasana kunjungan berlangsung hidup dan penuh antusias. Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi dengan pemandu museum mengenai berbagai koleksi yang mereka lihat.
Belajar dari Pengalaman Nyata
Educational Outing Class hari ketiga mendapat sambutan sangat positif dari seluruh peserta. Mereka tampak menikmati setiap rangkaian kegiatan karena memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas.
Konsep pembelajaran langsung di lapangan ini menjadi salah satu ciri pendekatan pendidikan di MTsN 5 Sleman yang berupaya menghubungkan teori dengan praktik kehidupan nyata. Murid tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga belajar membangun karakter melalui pengalaman konkret.
Mulai dari menguatkan budaya literasi di perpustakaan, menumbuhkan kepedulian sosial melalui bakti sosial, hingga menanamkan semangat nasionalisme melalui kunjungan ke museum, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk peserta didik yang cerdas, peduli, berkarakter, dan memiliki wawasan yang luas.
Melalui MATAMUDA berbasis Educational Outing Class ini, MTsN 5 Sleman kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan pendidikan yang menyenangkan, kontekstual, dan bermakna. Madrasah berharap pengalaman belajar langsung tersebut menjadi kesan pertama yang membahagiakan bagi murid baru sekaligus menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi yang religius, literat, berjiwa sosial, cinta tanah air, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
