Sleman – (MTsN 5 Sleman) MTsN 5 Sleman Menanamkan semangat belajar tidak selalu dilakukan melalui buku dan ruang kelas. Dengan pendekatan yang lebih menyentuh sisi emosional peserta didik, MTsN 5 Sleman menyelenggarakan kegiatan Motivation Spirit Anak Madrasah yang dipadukan dengan pemutaran film inspiratif Children of Heaven. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menumbuhkan kesadaran belajar serta memperkuat karakter siswa agar memiliki semangat, tanggung jawab, dan rasa syukur dalam menuntut ilmu.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik dengan penuh antusias. Sejak awal acara, suasana berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa diajak untuk memahami bahwa belajar bukan sekadar kewajiban yang harus dijalankan selama berada di sekolah, melainkan sebuah kebutuhan yang akan menentukan masa depan mereka.

Materi motivasi disampaikan oleh Khusni Umaya, S.Pd. dan Latifatul Fajriyah, S.Pd., yang merupakan tim humas MTsN 5 Sleman. Dalam penyampaiannya, keduanya mengajak peserta didik untuk merefleksikan tujuan belajar, pentingnya disiplin, tanggung jawab, rasa syukur, serta semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita.

Melalui penyampaian yang komunikatif dan diselingi berbagai contoh kehidupan sehari-hari, para siswa diajak menyadari bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kecerdasan semata, tetapi juga oleh kesungguhan, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.

“Belajar bukan hanya untuk mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi untuk mempersiapkan masa depan. Kesadaran belajar harus lahir dari dalam diri sendiri. Ketika seseorang menyadari pentingnya ilmu, maka ia akan belajar dengan bahagia, bukan karena terpaksa,” ungkap pemateri.

Sebagai penguatan materi, seluruh peserta kemudian diajak menyaksikan film Children of Heaven (1997), sebuah film keluarga asal Iran karya sutradara Majid Majidi yang telah mendapatkan pengakuan internasional dan menjadi film Iran pertama yang masuk nominasi Academy Awards kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.

Film berdurasi sekitar 89 menit tersebut mengisahkan perjuangan Ali dan Zahra, dua kakak beradik yang harus berbagi sepasang sepatu karena keterbatasan ekonomi keluarga mereka. Meskipun hidup dalam kesederhanaan, keduanya tetap menunjukkan kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat untuk terus bersekolah.

Alur cerita yang sederhana namun sarat makna membuat para siswa larut dalam kisah yang disajikan. Tidak sedikit peserta didik yang mengaku tersentuh oleh perjuangan kedua tokoh tersebut.

Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan refleksi bersama. Dalam suasana yang hangat, para siswa menyampaikan berbagai kesan dan pelajaran yang mereka peroleh dari film tersebut.

Banyak peserta didik mengungkapkan bahwa kisah Ali dan Zahra membuat mereka semakin bersyukur atas kesempatan belajar yang dimiliki saat ini. Mereka juga menyadari bahwa perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan patut dihargai dengan kesungguhan dalam belajar.

Beberapa siswa menyampaikan komitmennya untuk menjadi lebih disiplin, lebih menghargai jerih payah orang tua, serta meningkatkan semangat belajar dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, para guru berharap peserta didik memahami bahwa keberhasilan seseorang tidak selalu ditentukan oleh fasilitas yang dimiliki. Semangat, kerja keras, tanggung jawab, kejujuran, dan rasa syukur merupakan bekal utama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan karakter yang terus dikembangkan di MTsN 5 Sleman, yakni religius, disiplin, peduli, bertanggung jawab, dan berintegritas.

Pembelajaran yang memadukan materi motivasi dengan media film inspiratif ini menjadi salah satu bentuk inovasi pendidikan karakter yang dikembangkan oleh MTsN 5 Sleman. Melalui pengalaman belajar yang menyentuh hati, diharapkan peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa setiap kesempatan belajar merupakan nikmat yang harus disyukuri.

Dengan semangat Motivation Spirit Anak Madrasah, MTsN 5 Sleman berharap para peserta didik semakin termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh, memiliki kepedulian terhadap sesama, menghormati perjuangan orang tua, serta menjadikan setiap proses belajar sebagai langkah nyata menuju masa depan yang lebih baik.

Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang menjadi manusia yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menghargai setiap nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan.