(Sleman – MTsN 5 Sleman) Dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, MTsN 5 Sleman menggelar pengajian bersama pada Senin (15/06/2026) di lapangan upacara madrasah. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari siswa kelas VII dan VIII, para guru, hingga tenaga kependidikan.
Pengajian tahun baru Hijriah ini menghadirkan Kepala MTsN 5 Sleman, Drs. H. Busyroni Majid, M.Si., sebagai penceramah utama. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan interaktif, Pak Majid mengajak para peserta untuk memahami makna Tahun Baru Hijriah tidak sekadar sebagai pergantian angka tahun, tetapi sebagai momentum untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam tausiyahnya, Pak Majid menjelaskan sejarah lahirnya kalender Hijriah yang tidak terlepas dari peristiwa hijrah Rasulullah Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah. Menurut beliau, hijrah bukan hanya perpindahan tempat, melainkan juga simbol perjuangan, perubahan, dan penguatan karakter.
“Hijrah Rasulullah mengajarkan kepada kita tentang semangat perubahan. Rasulullah SAW adalah sosok yang peduli, tidak manja, tidak hanya memikirkan diri sendiri, serta selalu memperhatikan keadaan orang-orang di sekitarnya. Inilah teladan yang perlu kita ikuti,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh siswa untuk menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai titik awal memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pribadi. “Anak-anakku, mari kita meneladani Rasulullah. Jadilah siswa yang tidak manja, tidak cuek, dan tidak menjadi pribadi yang konyol. Cuek terhadap diri sendiri adalah kebodohan, peduli terhadap diri sendiri adalah kecerdasan, peduli terhadap orang lain adalah persahabatan, dan peduli terhadap lingkungan akan melahirkan kenyamanan,” tutur Pak Majid yang disambut antusias para peserta.
Beliau juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan-kebiasaan baik sejak usia muda, seperti disiplin belajar, menghormati guru dan orang tua, menjaga kebersihan lingkungan, serta bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial. “Kalau tahun kemarin kita masih malas, maka tahun ini harus lebih rajin. Kalau masih suka menunda pekerjaan, mari belajar lebih disiplin. Kalau masih kurang peduli kepada teman, mari kita perkuat rasa persaudaraan. Itulah makna hijrah dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh semangat. Para siswa tampak mendengarkan materi dengan seksama. Sesekali Pak Majid mengajak peserta berdialog dan memberikan pertanyaan seputar sejarah Islam, keteladanan Rasulullah, serta makna Tahun Baru Hijriah. Interaksi tersebut semakin meriah ketika beberapa siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah langsung dari Pak Majid. Keceriaan pun tampak menghiasi wajah para peserta, menjadikan suasana pengajian tidak hanya sarat makna, tetapi juga menyenangkan.
Selain sebagai sarana memperingati Tahun Baru Islam, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan karakter dan budaya religius yang terus dikembangkan di MTsN 5 Sleman. Melalui kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini, madrasah berharap dapat menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama agar seluruh warga madrasah diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani tahun yang baru. Dengan semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW, MTsN 5 Sleman berharap seluruh peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul, religius, peduli, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Hum M5)
