(Sleman – MTsN 5 Sleman) Semangat kepramukaan berpadu dengan kecanggihan era digital mewarnai kegiatan Kemah Cyber MTsN 5 Sleman Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar pada 8–11 Juni 2026 di Bumi Perkemahan In Memorial Camp, Kulon Progo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan menjadi salah satu inovasi khas MTsN 5 Sleman sebagai madrasah pelopor Cyber di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sejak pagi hari, Senin (8/6), para peserta berangkat dari madrasah pukul 08.00 WIB menggunakan lima armada bus dan satu truk pengangkut perlengkapan. Sesampainya di lokasi perkemahan, para peserta langsung bergotong royong mendirikan tenda masing-masing. Semangat kerja sama, kemandirian, dan kekompakan tampak menghiasi suasana bumi perkemahan.
Setelah seluruh tenda berdiri dengan rapi, kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan Kemah Cyber yang dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 5 Sleman, Drs. H. Busyroni Majid, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa tema Kemah Cyber merupakan bentuk pengembangan pendidikan kepramukaan yang disesuaikan dengan karakter dan tipologi MTsN 5 Sleman sebagai madrasah percontohan (piloting project) Madrasah Cyber yang ditetapkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kemah Cyber ini mungkin pertama kali dilakukan oleh madrasah di DIY. Tema ini kami pilih karena sesuai dengan tipologi MTsN 5 Sleman yang telah ditunjuk Kanwil Kemenag DIY sebagai piloting project Madrasah Cyber. Namun demikian, hakikat kepramukaan tetap menjadi ruh utama kegiatan ini, yaitu membentuk pribadi yang disiplin, mandiri, religius, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa gotong royong dan kepemimpinan,” terang Pak Majid.
Beliau menambahkan bahwa teknologi harus dipahami sebagai sarana untuk memperkuat karakter, bukan menggantikannya. Oleh karena itu, dalam Kemah Cyber ini para peserta tidak hanya diajak mengenal perkembangan dunia digital, tetapi juga tetap ditempa dengan aktivitas kepramukaan dan pembiasaan keagamaan.
Setiap hari para peserta akan menjalani kegiatan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, pembiasaan disiplin waktu, kerja sama regu, serta berbagai aktivitas yang menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kecintaan terhadap alam.
Salah satu materi yang menjadi ciri khas Kemah Cyber tahun ini adalah pembelajaran mengenai etika bermedia sosial dan literasi digital. Materi tersebut diberikan sebagai bekal bagi para siswa agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai agama.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media dakwah, belajar, dan membangun peradaban yang positif. Kesadaran digital atau digital awareness menjadi bagian penting yang ingin ditanamkan kepada para peserta.
Selain materi cyber, berbagai kegiatan kepramukaan tradisional tetap menjadi bagian utama perkemahan. Para peserta akan mengikuti latihan semaphore, morse, maket simpul, gladi tangguh, keterampilan pionering, hingga berbagai permainan yang melatih kekompakan dan ketahanan mental.
Nuansa religius pun turut mewarnai perkemahan. Berbagai perlombaan bernuansa Islami seperti cerdas cermat Islami, lomba busana muslim, serta sejumlah kegiatan penguatan karakter keagamaan disiapkan untuk menumbuhkan kecintaan para siswa terhadap nilai-nilai Islam.
Tak kalah menarik, panitia juga menyelenggarakan berbagai lomba kreativitas, seperti lomba memasak nonberas, lomba kebersihan dan keindahan lingkungan tenda, pentas seni, hingga pertandingan olahraga antarpeserta. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, sportivitas, dan rasa percaya diri para siswa.
Kemah Cyber ini menjadi bukti bahwa pendidikan kepramukaan dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. MTsN 5 Sleman berupaya menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan, sekaligus tetap berakar kuat pada karakter, religiusitas, dan budaya.
Kemah Cyber MTsN 5 Sleman diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dalam membentuk generasi yang tangguh, berkarakter, melek teknologi, serta mampu memanfaatkan dunia digital secara cerdas dan bertanggung jawab. Kemah ini bukan sekadar bermalam di alam terbuka, melainkan sebuah ruang pembelajaran nyata untuk membentuk generasi masa depan yang religius, mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Hum-