Sleman –  (MTsN 5 Sleman) Hari kedua pelaksanaan Masa Taaruf Murid Baru (MATAMUDA) MTsN 5 Sleman pada Selasa (14/07/2026) berlangsung meriah sekaligus sarat muatan pendidikan karakter. Berbeda dengan kegiatan pengenalan madrasah pada hari pertama, agenda hari kedua lebih difokuskan pada pembekalan keterampilan hidup (life skill) yang dibutuhkan peserta didik dalam menghadapi tantangan kehidupan remaja di era digital.

Sejak pagi, para murid baru mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. MTsN 5 Sleman menghadirkan sejumlah mitra strategis, mulai dari Polsek Godean, Puskesmas Godean 1, Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) DIY, hingga Bank BPD Syariah DIY. Kehadiran berbagai lembaga tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter, kesehatan mental, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Materi pertama disampaikan oleh jajaran Polsek Godean dengan tema Pencegahan Kenakalan Remaja. Dalam pemaparannya, petugas mengajak peserta didik untuk menjadi pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, serta mampu memilih lingkungan pergaulan yang sehat.

Berbagai bentuk kenakalan remaja yang saat ini banyak dijumpai turut menjadi pembahasan. Mulai dari penyalahgunaan media sosial, tawuran, pergaulan bebas, hingga tindakan kriminal yang melibatkan pelajar. Peserta juga diingatkan agar mampu menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan sekitar.

Salah satu pesan yang mendapat perhatian besar adalah pentingnya menjaga aktivitas di luar rumah pada malam hari.

“Sebagai pelajar, sebaiknya tidak keluar rumah tanpa kepentingan yang jelas, terutama pada malam hari. Hindari berkumpul hingga larut malam karena dapat membuka peluang terjadinya berbagai tindakan yang merugikan, termasuk menjadi korban maupun terlibat dalam aksi kejahatan jalanan atau klitih,” jelas narasumber dari Polsek Godean.

Selain memberikan peringatan, pemateri juga mendorong siswa mengisi waktu dengan aktivitas positif, seperti mengikuti ekstrakurikuler, organisasi sekolah, kegiatan keagamaan, olahraga, maupun mengembangkan berbagai bakat yang dimiliki.

Pembekalan berikutnya diberikan oleh Puskesmas Godean 1 yang mengangkat tema Penguatan Mental Pelajar dan Pencegahan Bullying. Melalui materi tersebut, peserta dikenalkan pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.

Puskesmas menjelaskan bahwa perundungan atau bullying tidak selalu berupa kekerasan fisik. Ucapan yang merendahkan, ejekan, pengucilan, intimidasi, hingga komentar negatif di media sosial termasuk bentuk bullying yang dapat berdampak besar terhadap kondisi psikologis seseorang.

Perhatian khusus juga diberikan pada fenomena cyberbullying, yaitu tindakan perundungan melalui media digital. Para peserta diajak menggunakan media sosial secara bijak, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta tidak mudah menyebarkan komentar yang dapat melukai perasaan orang lain.

“Jejak digital tidak pernah benar-benar hilang. Karena itu, sebelum menulis atau mengunggah sesuatu di media sosial, pikirkan terlebih dahulu apakah hal tersebut akan membawa manfaat atau justru menyakiti orang lain,” pesan narasumber kepada peserta.

Setelah memperoleh pembekalan mengenai kehidupan sosial, peserta kemudian mengikuti materi Mitigasi Bencana bersama Sekber SPAB DIY. Mengingat Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana alam, para siswa dibekali pengetahuan dasar mengenai langkah-langkah penyelamatan diri ketika menghadapi situasi darurat.

Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga melalui simulasi gempa bumi. Saat simulasi dimulai, seluruh peserta mempraktikkan prosedur perlindungan diri, mulai dari berlindung di tempat yang aman, melindungi kepala, hingga melakukan evakuasi menuju titik kumpul sesuai jalur yang telah ditentukan. Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

Sebagai penutup rangkaian materi, Bank BPD Syariah DIY memberikan edukasi mengenai pentingnya budaya menabung sejak usia dini. Para murid dikenalkan cara sederhana mengelola uang saku, membangun kebiasaan hidup hemat, serta pentingnya memiliki perencanaan keuangan sebagai bekal menghadapi masa depan.

Tidak hanya diisi dengan berbagai materi edukatif, MATAMUDA hari kedua juga menghadirkan suasana penuh keakraban melalui kegiatan bertukar kado silang. Setiap peserta membawa makanan ringan senilai sekitar Rp5.000 untuk dipertukarkan dengan teman lainnya. Setelah itu mereka menikmati makanan bersama dalam suasana penuh kegembiraan. Tradisi sederhana ini menjadi media untuk membangun persahabatan, mempererat rasa kebersamaan, sekaligus menanamkan nilai berbagi kepada sesama.

Pelaksanaan MATAMUDA hari kedua menunjukkan bahwa proses pengenalan madrasah di MTsN 5 Sleman dirancang lebih dari sekadar orientasi sekolah. Setiap materi disusun agar peserta didik memperoleh bekal nyata dalam menghadapi kehidupan sebagai remaja, baik dalam aspek moral, sosial, kesehatan mental, literasi digital, kesiapsiagaan bencana, maupun kemandirian finansial.

Melalui kegiatan ini, MTsN 5 Sleman berharap murid-murid baru tidak hanya mengenal lingkungan madrasah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang religius, berkarakter, disiplin, peduli terhadap sesama, cerdas memanfaatkan teknologi, serta siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan. (Hum-M5)