Sleman — (MTsN 5 Sleman) MAN 3 Sleman melakukan sharing dan tukar kaweruh mengenai pengelolaan Cyber Madrasah di MTsN 5 Sleman, Kamis (10/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Ruang Baca Perpustakaan Miftahul Ilmi MTsN 5 Sleman.

Rombongan MAN 3 Sleman dipimpin Kepala MAN 3 Sleman Singgih Sampurno, S.Pd., M.A., didampingi Kepala Tata Usaha Sri Wulandari, S.E., M.M., serta jajaran guru dan tim IT. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala MTsN 5 Sleman Drs. Busyroni Majid, M.Si., bersama jajaran wakil kepala madrasah.

Dalam sharing tersebut, Busyroni Majid memaparkan berbagai praktik digitalisasi tata kelola yang telah diterapkan di MTsN 5 Sleman. Salah satunya adalah pengelolaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang telah diarahkan untuk mendukung pelayanan administrasi secara lebih efektif, cepat, terdokumentasi, dan transparan.

Berbagai layanan seperti surat-menyurat, surat penugasan, pengelolaan aspirasi, hingga administrasi madrasah dikembangkan dengan memanfaatkan sistem digital. Digitalisasi tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk menggantikan penggunaan kertas, tetapi juga untuk membangun tata kelola yang lebih tertib dan mudah dipantau.

“Seluruh guru di MTsN 5 Sleman memiliki Learning Management System atau LMS, yang berisi banyak hal kaitannya dengan tugas seorang guru. Ada materi pembelajaran, administrasi guru, refleksi, hingga soal ujian atau ulangan harian setiap guru,” terang Busyroni.

Menurutnya, digitalisasi juga diterapkan dalam aktivitas keseharian siswa. Berbagai pengurusan diupayakan berlangsung secara paperless, bahkan madrasah terus mendorong agar penggunaan kertas dapat ditekan seminimal mungkin.

Mulai dari perizinan siswa, pencatatan keterlambatan, hingga laporan proses kegiatan belajar mengajar dikembangkan dalam sistem digital. Dengan demikian, proses administrasi tidak hanya menjadi lebih praktis, tetapi juga meninggalkan jejak data yang dapat digunakan untuk pemantauan dan evaluasi.

Lebih jauh, Busyroni menjelaskan bahwa Cyber Madrasah MTsN 5 Sleman dikembangkan sebagai sebuah ekosistem digital yang menghubungkan berbagai aktivitas madrasah. Data dan pantauan yang ada disinkronkan serta ditampilkan melalui laman yang dapat diakses sesuai kebutuhan.

“Di Cyber Madrasah, seluruh pantauan tersinkron, tertempel di web dan bisa diakses kapan pun. Sifatnya transparan,” jelasnya.

Sistem tersebut mencakup berbagai aspek pengelolaan madrasah, mulai dari pantauan nilai harian, pantauan tahfiz, disiplin positif, kejadian khusus, perpustakaan, BK, program-program madrasah, hingga laporan dari komite madrasah.

Konsep tersebut menjadikan Cyber Madrasah bukan sekadar kumpulan aplikasi, melainkan bagian dari tata kelola madrasah. Data yang terdokumentasi dapat menjadi dasar bagi guru dan pimpinan untuk melakukan pemantauan, evaluasi, serta mengambil keputusan secara lebih cepat dan berbasis data.

Bagi MTsN 5 Sleman, transformasi digital juga berjalan beriringan dengan semangat membangun budaya kerja yang efektif dan ramah lingkungan. Paperless menjadi salah satu bentuk nyata upaya madrasah mengurangi penggunaan kertas sekaligus membangun administrasi yang lebih efisien.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN 3 Sleman Singgih Sampurno menyambut baik kegiatan sharing dan tukar kaweruh tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kepala MTsN 5 Sleman beserta seluruh keluarga besar madrasah yang telah menerima rombongan MAN 3 Sleman untuk belajar dan berbagi pengalaman mengenai Cyber Madrasah.

Kunjungan tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman antarmadrasah dalam mengembangkan tata kelola berbasis teknologi. Praktik yang telah diterapkan di MTsN 5 Sleman diharapkan dapat menjadi referensi sekaligus bahan diskusi bagi MAN 3 Sleman dalam mengembangkan sistem digital sesuai kebutuhan dan karakteristik madrasah.

Kegiatan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB dan ditutup dengan foto bersama. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari semangat ngangsu kaweruh, bahwa kemajuan madrasah dapat dibangun melalui kolaborasi, berbagi pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar. (HumM5)