(Sleman – MTsN 5 Sleman) MTsN 5 Sleman sukses menyelenggarakan ujian tes baca dan hafalan (tahfiz) Al-Qur’an bagi calon siswa yang mendaftar melalui Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Jalur Penerimaan Tahfiz Terpadu (JPTT) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026 bertempat di Masjid Ulil Albab MTsN 5 Sleman.

Sebanyak 60 peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi administrasi mengikuti tahap berikutnya, yakni uji kualifikasi hafalan dan kemampuan membaca Al-Qur’an secara langsung di madrasah. Tes ini menjadi bagian penting dari proses seleksi untuk memastikan kemampuan para calon siswa yang mendaftar melalui jalur tahfiz.

Jalur JPTT sendiri merupakan program penerimaan siswa baru yang diinisiasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Jalur ini menitikberatkan pada kemampuan hafalan Al-Qur’an, kemampuan membaca, serta literasi Al-Qur’an sebagai ciri khas pendidikan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama.

Ketua panitia seleksi tahfiz, Muh. Syahlan, S.Pd.I., menjelaskan bahwa ujian ini bertujuan untuk memvalidasi jumlah hafalan Al-Qur’an yang sebelumnya dilaporkan oleh calon siswa melalui sistem Jogja Madrasah Digital (JMD).

“Ujian ini dilakukan untuk memastikan dan memvalidasi hafalan yang telah dilaporkan para pendaftar melalui akun JMD Kanwil Kemenag DIY. Dengan demikian, madrasah dapat mengetahui secara langsung kemampuan hafalan Al-Qur’an para calon siswa,” jelas Syahlan.

Secara teknis, pelaksanaan ujian dilakukan dengan membagi tim penguji menjadi enam orang. Para peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyetorkan hafalan kepada penguji secara bergiliran.

Dalam proses ujian, suasana berlangsung khidmat namun tetap komunikatif. Salah satu penguji terlihat memberikan arahan kepada peserta sebelum memulai setoran hafalan.

“Silakan mulai dari surah yang Anda pilih sesuai laporan hafalan yang telah diinput di JMD,” ujar salah satu penguji kepada peserta.

Peserta kemudian melantunkan hafalan dengan penuh konsentrasi, sementara penguji menyimak dan sesekali memberikan koreksi pada bacaan tajwid maupun kelancaran hafalan.

Sementara itu, Kepala MTsN 5 Sleman, Busyroni Majid, menyambut baik pelaksanaan seleksi jalur tahfiz yang menunjukkan peningkatan minat masyarakat dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah seleksi calon murid jalur tahfiz telah dapat diselesaikan. Harapan yang dicanangkan dengan adanya seleksi yang ketat karena pendaftar mencapai tiga kali kuota adalah adanya input yang mumpuni dari para murid jalur tahfiz. Dengan adanya input yang mumpuni, diharapkan pengelolaan pembinaan siswa akan lebih mudah diarahkan dan mampu mencapai visi MTsN 5 Sleman,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa jalur tahfiz menjadi salah satu tipologi unggulan madrasah, sehingga proses seleksi dilakukan secara cermat untuk menjaring calon siswa yang memiliki potensi kuat dalam bidang hafalan Al-Qur’an.

Dengan terselenggaranya ujian tahfiz ini, MTsN 5 Sleman berharap dapat memperoleh calon siswa terbaik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kuat dalam penguasaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan berprestasi. (Hum M5)