(Sleman – MTsN 5 Sleman) MTsN 5 Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyusunan kurikulum yang komprehensif dan adaptif. Pada Senin (27/04/2026), madrasah ini menggelar kegiatan Review Draf Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di Aula MTsN 5 Sleman mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak strategis yang memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan madrasah, yakni Pengawas Pendamping MTsN 5 Sleman Nur Wahyudin Al Aziz, S.Pd., M.Pd., PLT Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Kementerian Agama Kabupaten Sleman Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., serta Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Hj. Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum. Seluruh guru dan karyawan MTsN 5 Sleman juga turut hadir mengikuti kegiatan ini.

Acara dibuka dengan doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian sambutan dari Kepala Madrasah Busyroni Majid, M.Si. Selanjutnya, sesi inti diawali dengan pemaparan draf kurikulum oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Abdul Jabbar, S.Pd.

Dalam paparannya, Abdul Jabbar menjelaskan secara rinci berbagai komponen kurikulum yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru, mulai dari kurikulum intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, strategi pembelajaran, penguatan karakter, hingga implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Kementerian Agama dan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran.

Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang, empati, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama sebagai bagian dari proses pembelajaran. Sementara pendekatan Deep Learning menekankan pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, reflektif, dan tidak sekadar berorientasi pada hafalan, tetapi pada pemahaman, penguatan karakter, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik.

“Madrasah hari ini tidak hanya dituntut menghasilkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, religius, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Karena itu, kurikulum harus benar-benar dirancang secara matang dan aplikatif,” jelas Abdul Jabbar dengan optimis.

Setelah pemaparan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi review, masukan, dan pendalaman dokumen kurikulum dari para reviewer.

Pengawas Pendamping MTsN 5 Sleman, Nur Wahyudin Al Aziz, memberikan apresiasi tinggi terhadap dokumen kurikulum yang telah disusun. Menurutnya, secara substansi draf kurikulum sudah sangat baik, lengkap, dan sesuai dengan harapan pengembangan madrasah.

“Dokumen ini sudah sangat bagus, lengkap, dan menunjukkan keseriusan madrasah dalam menyiapkan arah pendidikan ke depan. Beberapa masukan yang saya sampaikan lebih pada penyempurnaan format penulisan, penguatan bagian matrikulasi, serta tabelisasi dokumen agar lebih sistematis,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, PLT Kasi Dikmad Kemenag Sleman, Tri Wahyuni, juga menyampaikan apresiasinya atas kesiapan MTsN 5 Sleman dalam menyusun dokumen kurikulum yang terstruktur dan visioner. Ia menegaskan bahwa dokumen kurikulum harus menjadi pedoman nyata dalam pelaksanaan pendidikan, bukan sekadar administrasi.

Sementara itu, Anita Isdarmini sebagai reviewer utama pada sesi akhir memberikan banyak penguatan terkait implementasi kurikulum di lapangan. Ia menyoroti pentingnya detail perencanaan agar program-program yang telah dirancang benar-benar dapat dilaksanakan secara maksimal.

“Dokumen kurikulum harus detail, terukur, terencana, dan mudah diaplikasikan. Ketika dokumen itu kuat, maka pelaksanaan pendidikan akan lebih terarah dan hasilnya lebih optimal,” jelasnya.

Ia juga memberikan banyak wawasan tentang perkembangan pendidikan saat ini, termasuk pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.

Kepala MTsN 5 Sleman, Busyroni Majid, menyambut baik seluruh proses review yang telah berlangsung. Menurutnya, dokumen kurikulum merupakan fondasi utama dari seluruh gerak program madrasah.

“Dokumen kurikulum merupakan karya akademis yang menjadi dasar dari semua pergerakan program yang terjadi di madrasah. Disebut sebagai naskah akademis karena semua yang tertuang harus berdasarkan data dan analisa yang tepat. Data dan analisa itulah yang menjadi basis untuk membuat strategi yang tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa karena posisinya sangat fundamental, maka dokumen kurikulum perlu mendapat review dari pihak-pihak yang kompeten agar benar-benar matang dan berkualitas. (Hum-M5)

“Alhamdulillah dokumen kurikulum mendapatkan penilaian yang luar biasa dari para reviewer. Namun tentu tidak ada gading yang tidak retak. Beberapa catatan penting untuk penyempurnaan telah kami terima dan akan segera dituangkan dalam dokumen resmi kurikulum. Harapan kami, dengan dokumen kurikulum yang komprehensif, madrasah memiliki pijakan yang kokoh untuk melaksanakan seluruh program selama satu tahun ke depan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan review ini, MTsN 5 Sleman semakin menegaskan diri sebagai madrasah yang tidak hanya fokus pada hasil akademik, tetapi juga serius dalam membangun sistem pendidikan yang terencana, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masyarakat. Sebab, kurikulum yang kuat bukan hanya membentuk siswa yang unggul, tetapi juga melahirkan generasi masa depan yang religius, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin bangsa.