(Sleman – MTsN 5 Sleman) MTs Miftahunnajah melaksanakan kunjungan studi tiru ke Perpustakaan Miftahul Ilmi milik MTsN 5 Sleman pada Rabu (20/05/2026) dimulai pukul 09.00 wib – selesai. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi akreditasi perpustakaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Rombongan studi tiru dipimpin oleh Kepala Perpustakaan MTs Miftahunnajah, Dini Dwi Setya Lestari, S.IP., didampingi Kepala Tata Usaha Andhika Haryawan, M.Sc., serta tim akreditasi perpustakaan madrasah Miftahunnajah.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala MTsN 5 Sleman, Drs. H. Busyroni Majid, M.Si., Kepata TU MTsN 5 Sleman, Ibu Niswatun N., S.Ag., M.S.I., Kepala Perpustakaan Miftahul Ilmi Maryam, S.IP., Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas Hudaya Al Mufids, S.Pd., serta Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Sigit Wahyu Haryono, S.Pd.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Dalam sambutannya, pihak MTs Miftahunnajah menyampaikan maksud kedatangan mereka untuk belajar secara langsung mengenai pengelolaan perpustakaan dan strategi menghadapi akreditasi.
“Mohon izin untuk studi tiru di MTsN 5 Sleman dan mohon belajar best practice pengelolaan perpustakaan di sini. Kami ingin mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu terkait persiapan akreditasi perpustakaan,” ungkap Andhika Haryawan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala MTsN 5 Sleman, Busyroni Majid, menyambut baik kegiatan studi tiru sebagai bagian dari semangat berbagi antar madrasah. Beliau bahkan secara langsung meminta Kepala Perpustakaan Miftahul Ilmi untuk berbagi pengalaman secara terbuka dan detail.
“Silakan Mbak Maryam dibagikan ilmunya sedetail-detailnya terkait persiapan akreditasi perpustakaan. Tidak usah pelit ilmu. Semoga bisa bermanfaat untuk pengembangan perpustakaan madrasah lainnya,” ujar beliau sambil tersenyum.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Majid juga membagikan pengalaman menarik saat menghadapi proses akreditasi perpustakaan di MTsN 5 Sleman. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan adalah kemampuan mengubah tantangan menjadi kekuatan.
Ia mencontohkan kondisi letak perpustakaan Miftahul Ilmi yang terpisah dari gedung utama madrasah dan berada dekat area makam. Namun kondisi tersebut justru dijadikan nilai positif dalam penilaian akreditasi.
“Yang awalnya dianggap kelemahan justru kami ubah menjadi kekuatan. Letak perpustakaan yang terpisah ternyata memberikan suasana lebih tenang dan hening sehingga sangat mendukung kegiatan membaca dan belajar siswa,” jelasnya.

Selain itu, beliau juga membagikan strategi pengadaan koleksi buku secara efektif dan efisien. Salah satunya adalah dengan melibatkan seluruh warga madrasah dalam pengumpulan buku.
“Untuk memenuhi kebutuhan sekitar 2.500 judul buku saat persiapan akreditasi, kami melakukan gerakan bersama. Guru dan pegawai menyumbangkan minimal 15 buku, sedangkan siswa minimal dua buku. Dengan kebersamaan, semuanya menjadi lebih ringan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Miftahul Ilmi, Maryam, juga menjelaskan berbagai aspek teknis pengelolaan perpustakaan, mulai dari administrasi, pelayanan, digitalisasi, pengelolaan koleksi, hingga inovasi literasi yang dilakukan perpustakaan MTsN 5 Sleman.
Kegiatan studi tiru ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang aktif antara kedua pihak. Para peserta tampak antusias mencatat berbagai informasi dan strategi yang dapat diterapkan di madrasah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, MTsN 5 Sleman kembali menunjukkan komitmennya sebagai madrasah yang terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan pendidikan, khususnya di bidang literasi dan pengelolaan perpustakaan.
Diharapkan kegiatan seperti ini dapat memperkuat kolaborasi antar madrasah sekaligus mendorong peningkatan mutu perpustakaan sebagai pusat belajar, pusat literasi, dan ruang tumbuhnya budaya membaca di lingkungan pendidikan. (Hum-M5)
