Sleman – (MTsN 5 Sleman) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Sleman berhasil menyelenggarakan tahap pertama Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui Jalur Penerimaan Tahfiz Terpadu (JPTT). Jalur ini merupakan program yang diinisiasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu mekanisme penerimaan peserta didik baru yang menonjolkan karakteristik madrasah, yaitu penguatan kemampuan Al-Qur’an.
Jalur JPTT menitikberatkan pada kemampuan calon siswa dalam menghafal Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an, serta menulis Al-Qur’an. Mekanisme ini dirancang untuk menjaring siswa-siswa yang memiliki potensi kuat di bidang tahfiz dan literasi Al-Qur’an sebagai bagian dari identitas lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.
Pada tahun pelajaran 2026/2027 ini, proses pendaftaran JPTT dilaksanakan secara terpusat melalui platform Jogja Madrasah Digital (JMD), sebuah sistem digital yang digunakan oleh madrasah-madrasah di wilayah DIY. Setelah melakukan pendaftaran secara daring melalui JMD, para calon siswa kemudian datang langsung ke madrasah tujuan untuk mengikuti ujian tahfiz dan kemampuan membaca Al-Qur’an secara langsung.
Pendaftaran PMBM jalur JPTT dibuka pada 3 hingga 5 Maret 2026. Di MTsN 5 Sleman sendiri tercatat 64 calon siswa yang mendaftarkan diri melalui jalur ini. Seluruh pendaftar terlebih dahulu melalui proses seleksi administrasi, kemudian mengikuti seleksi langsung di madrasah yang dilaksanakan pada 9–10 Maret 2026 di lingkungan MTsN 5 Sleman.
Menariknya, jumlah pendaftar tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, jumlah pendaftar jalur tahfiz berada pada kisaran 50 peserta, sementara pada tahun ini meningkat menjadi 64 pendaftar. Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di MTsN 5 Sleman semakin tinggi, khususnya pada program pendidikan berbasis Al-Qur’an.
Kepala MTsN 5 Sleman menyambut baik pelaksanaan PMBM jalur JPTT tahun ini. Ia menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang semakin meningkat terhadap madrasah.
“Alhamdulillah, program JPTT yang diinisiasi oleh Kanwil Kemenag DIY telah dapat dilaksanakan dengan baik pada tahap pendaftaran. MTsN 5 Sleman pada tahun ini menargetkan penerimaan sebanyak 20 siswa dari jalur ini. Hingga penutupan pendaftaran tercatat sebanyak 64 calon siswa yang mendaftar,” ungkapnya.
Menurutnya, jumlah pendaftar yang cukup tinggi menjadi bentuk nyata kepercayaan masyarakat terhadap MTsN 5 Sleman. Selain itu, kondisi ini juga memberikan kesempatan bagi madrasah untuk melakukan seleksi secara lebih ketat sehingga dapat memperoleh calon siswa dengan kualitas terbaik.
“Keadaan ini tentu kami syukuri sebagai wujud kepercayaan masyarakat kepada MTsN 5 Sleman. Di sisi lain, hal ini menjadi keuntungan bagi kami untuk melaksanakan seleksi secara lebih ketat. Dengan seleksi yang ketat, diharapkan siswa yang diterima merupakan bibit unggul di bidang tahfiz yang menjadi tipologi mandatory MTsN 5 Sleman,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak madrasah berharap jalur tahfiz terpadu ini dapat menjadi pengungkit bagi jalur penerimaan lainnya, sehingga kualitas input siswa yang masuk ke MTsN 5 Sleman semakin baik dari tahun ke tahun.
“Harapannya jalur ini dapat menjadi pengungkit untuk jalur-jalur penerimaan lainnya dengan animo masyarakat yang besar, sehingga input murid MTsN 5 Sleman memiliki kualitas yang tinggi dan siap kami kelola dengan pengelolaan pendidikan yang maksimal,” pungkasnya.
Dengan pelaksanaan PMBM jalur JPTT ini, MTsN 5 Sleman terus berupaya menghadirkan sistem seleksi yang berkualitas sekaligus memperkuat identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, karakter, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an. (Hum-M5)