(Sleman — MTsN 5 Sleman) MTsN 5 Sleman menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat, 13 Januari 2026, bertempat di Restoran Taman Pring Sewu. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh seluruh stakeholder madrasah, meliputi guru, tenaga kependidikan, serta jajaran dewan komite madrasah.
FGD tersebut mengusung tema besar “Trisula Madrasah”, yang menitikberatkan pada tiga pilar utama pengembangan lembaga pendidikan, yakni Input, Proses, dan Output. Melalui forum strategis ini, MTsN 5 Sleman berkomitmen memperkuat langkah menuju terwujudnya generasi unggul, religius, dan berprestasi.
Acara dibuka dengan doa bersama, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah. Sesi pertama diisi oleh Kepala MTsN 5 Sleman, Drs. H. Busyroni Majid, M.Si., yang menekankan pentingnya perencanaan matang berbasis data dalam menentukan arah kebijakan madrasah.
FGD ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S. Ag., M. Si., PLT Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Tri Wahyuni, S. Pd., M. Pd., serta Pengawas MTsN 5 Sleman, H. Nur Wahyudin Al Aziz, S. Pd., M. Pd..
Dalam arahan dan pembinaannya, H. Nadhif menekankan pentingnya komitmen seluruh pegawai terhadap satuan kerja serta menjunjung tinggi etika kepegawaian Kementerian Agama. Ia juga mengingatkan bahwa dinamika perubahan dan perkembangan zaman menuntut aparatur untuk adaptif dan profesional. Selain itu, beliau mengajak seluruh unsur madrasah untuk bersama-sama mewujudkan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di wilayah Sleman.
Dalam sesi inti FGD, peserta dibagi ke dalam tiga komisi sesuai dengan fokus pembahasan. Komisi 1 (Input) membahas mekanisme penerimaan peserta didik baru, mulai dari teknis, tata cara, hingga strategi pengelolaan input siswa. Diskusi menitikberatkan pada bagaimana madrasah dapat menjaring calon peserta didik yang berkualitas sekaligus memastikan sistem seleksi yang transparan dan akuntabel.
Komisi 2 (Proses) mendalami penyelenggaraan pendidikan di dalam madrasah, mencakup proses belajar mengajar, tata kelola akademik, penguatan keagamaan khususnya program tahfiz, hingga strategi pencapaian prestasi akademik dan nonakademik. Pembahasan berlangsung komprehensif, menyoroti pentingnya integrasi antara pembelajaran, pembinaan karakter religius, dan pengembangan potensi siswa.

Sementara itu, Komisi 3 (Output) membahas standar lulusan serta strategi madrasah dalam menghasilkan output yang maksimal, memuaskan, dan berkualitas. Standar lulusan MTsN 5 Sleman dirumuskan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga karakter, spiritualitas, serta daya saing peserta didik di jenjang pendidikan berikutnya.
Hasil pembahasan masing-masing komisi kemudian disidangkan dalam forum pleno. Setiap komisi memaparkan hasil diskusinya di hadapan seluruh peserta, dilanjutkan dengan dialog dan penguatan untuk menentukan prioritas program yang realistis dan strategis sesuai kemampuan serta kondisi madrasah.
Selanjutnya, dalam sesi pembinaan, Tri Wahyuni menyampaikan materi tentang pentingnya penguatan proses penyelenggaraan pendidikan. Dalam sesi tanya jawab, ia bahkan menggali informasi langsung dari guru, karyawan, dan komite mengenai proses internal yang berjalan. Jawaban yang diberikan para responden dinilai memuaskan, menandakan bahwa MTsN 5 Sleman telah berada pada jalur yang baik. Namun demikian, ia menegaskan pentingnya konsistensi dan strategi lanjutan atas kesepakatan yang telah dirumuskan dalam FGD.

Pengawas madrasah, H. Nur Wahyudin Al Aziz, lebih menyoroti strategi internalisasi program. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tujuan madrasah sangat ditentukan oleh penguatan proses di dalam. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya melibatkan wali murid dalam pengembangan madrasah. “Libatkan orang tua dalam proses pendidikan anak. Sinergi madrasah dan keluarga menjadi kunci keberhasilan,” pesannya.
Kepala Madrasah, Drs. H. Busyroni Majid, M.Si., menyambut baik terselenggaranya FGD ini. Menurutnya, salah satu kunci kesuksesan program adalah perencanaan yang matang dan berbasis data. “Di dalam forum ini kita membahas perencanaan input, proses, dan output yang akan dilakukan madrasah. FGD merupakan wujud nyata keterlibatan seluruh komponen dalam menentukan arah kebijakan madrasah. Semua memiliki peran dalam mengusulkan program, yang nantinya akan diprioritaskan sesuai kemampuan dan kondisi,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya FGD ini, MTsN 5 Sleman semakin meneguhkan langkah strategisnya. Sinergi seluruh komponen madrasah diharapkan mampu menguatkan Trisula Madrasah sebagai fondasi kokoh dalam melahirkan generasi yang unggul, religius, dan berprestasi, sekaligus memperkuat komitmen menuju tata kelola madrasah yang berintegritas dan profesional. (Hum M5)
