Sleman (MTsN 5 Sleman) MTsN 5 Sleman menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rabu (18/02/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula MTsN 5 Sleman ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh jajaran pimpinan, guru, serta tenaga kependidikan.

Rapat dibuka dengan paparan komprehensif dari Kepala MTsN 5 Sleman, Drs. H. Busyroni Majid, M.Si., yang memaparkan secara detail perencanaan strategis pembangunan Zona Integritas di madrasah. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pembangunan ZI bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan sebuah gerakan perubahan budaya kerja yang berorientasi pada integritas, profesionalitas, dan pelayanan prima.

Zona Integritas sendiri merupakan predikat yang diberikan kepada satuan kerja pemerintah yang berkomitmen mewujudkan reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) adalah predikat bagi satuan kerja yang berhasil memenuhi sebagian besar indikator manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, serta penguatan akuntabilitas kinerja. Sementara itu, WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani) merupakan predikat lanjutan yang tidak hanya menegaskan komitmen bebas dari praktik korupsi, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan Zona Integritas ini harus kita siapkan secara matang dan menyeluruh. Ini bukan pekerjaan satu-dua orang, tetapi kerja bersama seluruh elemen madrasah,” tegas beliau.

Usai paparan, rapat dilanjutkan dengan pembagian ke dalam tiap-tiap bagian kerja. Setiap tim melakukan analisis mendalam terhadap komponen-komponen yang harus dipersiapkan sesuai enam area perubahan dalam pembangunan ZI, mulai dari manajemen perubahan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Diskusi berlangsung dinamis dengan penajaman pada bukti dukung, inovasi layanan, serta penguatan sistem pengawasan internal.

Persiapan PMP (Pembangunan Menuju Predikat) ZI ini direncanakan akan dilakukan secara intensif dan “gas pol”, memanfaatkan waktu secara optimal sembari menunggu peserta didik kembali aktif sepenuhnya di madrasah. Seluruh jajaran menunjukkan keseriusan dalam menyusun langkah-langkah strategis, termasuk pembenahan administrasi, digitalisasi layanan, penguatan budaya kerja anti gratifikasi, serta peningkatan transparansi informasi publik.

Drs. H. Busyroni Majid, M.Si., menegaskan bahwa target pembangunan Zona Integritas di MTsN 5 Sleman akan ditekankan secara maksimal. Hal ini selaras dengan harapan dan instruksi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si., yang mendorong setiap satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama untuk serius membangun budaya integritas dan pelayanan unggul.

Menurut beliau, pencapaian ZI WBK dan WBBM bukan semata demi predikat, tetapi sebagai wujud komitmen moral dan institusional dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada masyarakat. “Kita ingin menghadirkan madrasah yang bersih, transparan, akuntabel, dan benar-benar melayani. Zona Integritas adalah jalan menuju madrasah yang unggul dan berintegritas,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, MTsN 5 Sleman optimis dapat mewujudkan Zona Integritas sebagai fondasi menuju madrasah yang profesional, terpercaya, dan menjadi rujukan dalam tata kelola pendidikan yang bersih dan melayani.(Hum M5)