MTsN 5 Sleman telah menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan pembentukan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) masa kepengurusan 2026–2027. Rangkaian ini menjadi bukti keseriusan madrasah dalam menyiapkan kader-kader pemimpin muda yang siap mengabdi, berkontribusi, dan menjadi teladan bagi seluruh peserta didik.

Proses pembentukan OSIM tidak dilakukan secara instan. Sejak awal, kegiatan dirancang bertahap dan sistematis, dimulai dari pemilihan kandidat ketua OSIM, masa kampanye calon ketua, pemilihan ketua OSIM secara demokratis, seleksi pengurus OSIM, pelantikan kepengurusan, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), hingga penyusunan program kerja OSIM sebagai pijakan kerja organisasi selama satu tahun ke depan.

Penyusunan Program Kerja: OSIM sebagai Corong Madrasah

Puncak dari rangkaian tersebut adalah kegiatan penyusunan program kerja OSIM yang dilaksanakan pada Rabu (3/2) bertempat di Laboratorium MIPA MTsN 5 Sleman. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Pembimbing OSIM, Anas Prasetya, S.Pd., bersama Ketua OSIM terpilih, Dzaki Edna Mahendra.

Dalam arahannya, Pak Anas menegaskan bahwa setiap program OSIM harus disusun secara matang dan terarah. Program tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus selaras dengan agenda madrasah, menyesuaikan dengan program yang telah dirancang pihak madrasah, serta sesuai dengan tipologi dan karakter MTsN 5 Sleman.

“OSIM adalah corong madrasah. Melalui OSIM, agenda dan nilai-nilai madrasah dapat tersampaikan dan terlaksana dengan baik. Maka program kerja OSIM harus sinkron dan mendukung suksesnya program madrasah,” tegas Pak Anas.

Dalam penyusunan program kerja tersebut, peserta dibagi menjadi lima kelompok, sesuai dengan seksi dan bidang kepengurusan OSIM. Setiap kelompok berdiskusi aktif, menyusun gagasan, merancang kegiatan, serta mempertimbangkan aspek manfaat, keberlanjutan, dan kesiapan pelaksanaan.

Kegiatan ini juga melibatkan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) yang berperan sebagai pengawas, pengusul, sekaligus mitra diskusi. MPK bersama OSIM ikut mengawal proses perumusan program dan menyepakati keputusan bersama sebagai bentuk praktik demokrasi dan transparansi organisasi di lingkungan madrasah.

LDK: Bekal Ilmu dan Karakter Kepemimpinan

Sebelum penyusunan program kerja, para pengurus OSIM dan MPK telah mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang berlangsung selama empat hari, yakni pada 26–29 Januari 2025. Kegiatan LDK ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu LDK internal di madrasah selama tiga hari dan LDK eksternal di luar madrasah pada hari terakhir.

LDK internal dilaksanakan di lingkungan MTsN 5 Sleman dengan suasana yang khidmat, serius, namun tetap menyenangkan. Para peserta dibekali berbagai materi dasar kepemimpinan dan keorganisasian. Salah satu materi penting adalah pelatihan protokoler upacara bendera, baik secara teori maupun praktik, yang dibimbing langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Sigit Wahyu Haryono, S.Pd. Melalui materi ini, peserta dilatih kedisiplinan, ketertiban, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas organisasi.

Kegiatan LDK semakin kaya dengan hadirnya narasumber dari luar madrasah, yaitu Lazuarti Tegar Imani, S.Si., seorang aktivis organisasi. Dalam paparannya, Kak Tegar menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan terencana.

“OSIM harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi dan kebijakan madrasah. Kuncinya adalah sinkron, terkelola dengan baik, dan setiap kegiatan harus dirancang secara matang,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa setiap program OSIM harus memiliki tujuan yang jelas dan berdampak positif bagi warga madrasah.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi kepemimpinan islami yang disampaikan oleh Nur Laili, S.Pd. Materi ini menanamkan nilai-nilai kepemimpinan berdasarkan ajaran Islam, seperti amanah, kejujuran, tanggung jawab, dan keteladanan, sebagai fondasi utama dalam menjalankan organisasi.

Apresiasi Kepala Madrasah

Kepala MTsN 5 Sleman, Drs. H. Busyroni Majid, M.Si., menyambut baik dan mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan pembentukan OSIM ini. Dalam kesempatan memberikan materi, beliau menegaskan bahwa OSIM memiliki peran strategis di madrasah.

“OSIM harus menjadi teladan bagi murid lainnya. Keteladanan itulah kunci utama menjadi pemimpin di madrasah,” pesan beliau. Kepala Madrasah berharap pengurus OSIM mampu menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan akhlak yang baik dalam setiap aktivitasnya.

LDK Eksternal: Belajar Kepemimpinan dengan Cara Menyenangkan

Pada hari terakhir, 29 Januari 2025, seluruh peserta LDK mengikuti kegiatan luar madrasah dengan mengunjungi Desa Wisata Kelor, Sleman. Di lokasi ini, peserta diajak mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kepemimpinan, kerja sama tim, pengelolaan konflik, serta pengembangan potensi individu.

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan keceriaan. Melalui permainan dan simulasi, peserta belajar menyelesaikan masalah, membangun komunikasi, serta mengambil keputusan bersama. Kegiatan ditutup dengan sesi outbound, di mana peserta ditantang untuk berpikir mandiri, kritis, dan berani mengambil peran.

Siap Mengabdi dan Berkarya

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan ini, OSIM MTsN 5 Sleman masa kepengurusan 2026–2027 dinyatakan siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh diharapkan mampu menjadi landasan kuat bagi OSIM untuk berkontribusi aktif dalam menyukseskan program-program madrasah.

OSIM MTsN 5 Sleman tidak sekadar hadir sebagai organisasi siswa, tetapi sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian bagi generasi muda madrasah. (Hum-M5)