Sleman — (MTsN 5 Sleman) Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 5 Sleman menyelenggarakan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM (Pemilos) pada Senin, (19/01/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Upacara MTsN 5 Sleman dan dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Pemilos tahun ini dilaksanakan dengan sistem digital voting, sebagai bentuk pemanfaatan teknologi dalam proses demokrasi di lingkungan madrasah. Seluruh pemilih memberikan suara secara bergantian menggunakan laptop yang telah disediakan oleh madrasah. Para pemilih tidak lagi menggunakan surat suara kertas dengan cara mencoblos, melainkan memilih langsung melalui formulir pemilos bergambar yang telah disiapkan oleh panitia.
Sebelum hari pemungutan suara, rangkaian kegiatan Pemilos telah dilaksanakan secara bertahap. Proses diawali dengan penjaringan calon ketua dan wakil ketua OSIM yang dilakukan oleh pengurus OSIM periode sebelumnya bersama Wakil Kepala Madrasah, pembina OSIM, serta para pembantu Wakil Kepala Madrasah. Dari proses tersebut terpilih tiga pasangan calon, yaitu pasangan nomor urut 01 Dzaki Edna Mahendra dan Raffa Alfahriansyah R, pasangan nomor urut 02 Bilqis Fayruz Zaman M. S. dan Rasidatu Naja, serta pasangan nomor urut 03 Arsyita Syafitri dan Hasna Qonitah Rahmadhani.

Ketiga pasangan calon kemudian melaksanakan kegiatan kampanye dengan menyampaikan visi dan misi selama satu minggu penuh. Kegiatan ini bertujuan agar seluruh siswa dapat mengenal dan memahami program kerja yang ditawarkan oleh masing-masing kandidat.
Pemilos OSIM MTsN 5 Sleman diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari siswa semua jenjang, guru, hingga karyawan, yang seluruhnya memiliki hak suara. Berdasarkan hasil digital voting, pasangan nomor urut 01, Dzaki Edna Mahendra dan Raffa Alfahriansyah R, berhasil memperoleh suara terbanyak dengan persentase di atas 50 persen dan dinyatakan sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIM.
Wakil Kepala Madrasah MTsN 5 Sleman, Sigit, menjelaskan bahwa kegiatan Pemilos ini menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi para siswa. “Ini merupakan ajang bagi anak-anak untuk belajar tentang demokrasi. Prosesnya tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan pilkada atau pilpres di negeri kita,” ujarnya. Setelah pelaksanaan Pemilos ini, rangkaian kegiatan OSIM selanjutnya adalah proses seleksi calon pengurus OSIM untuk periode kepengurusan berikutnya. (Hum-M5)
