Sleman (MTsN 5 Sleman) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jalur Prestasi Tahfiz Terpadu (JPTT) merupakan jalur penerimaan peserta didik baru yang diluncurkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta sejak Senin 15 Maret tahun 2021. JPTT sudah berjalan 4 tahun, dan setiap tahunnya, jalur ini selalu mengalami kenaikan. Setiap tahun, antusiasme dari masyarakat untuk mendaftar ke madrasah di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia semakin meningkat.

Tahun ini, MTsN 5 Sleman sukses mengadakan PPDB JPTT tahun ajaran 2025/2026. Ujian tersebut berlangsung pada Kamis (14/03) dimulai pukul 08.00 wib- selesai, bertempat di Masjid Ulil Albab MTsN 5 Sleman. PPDB JPTT MTsN 5 Sleman sukses terselenggara karena animo masyarakat yang tinggi mendaftar di MTsN 5 Sleman. Tercatat ada 50 calon siswa mendaftarkan diri di JPTT tahun ini, naik drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

Pendaftaran JPTT berlangsung dari tanggal 10-12 Maret 2025, melalui laman PPDB Jogja Madrasah Net dan langsung dihandle oleh Kanwil Kemenag DIY.  “Teknis penyelenggaraan JPTT domain Kanwil, madrasah menunggu jumlah pendaftar dan memverifikasi administrasi. Madrasah melaporkan hasil verifikasi.” Terang Drs. H. Busyroni Majid, M.Si., Kepala MTsN 5 Sleman.

Lebih jauh, Pak Majid menjelaskan, pelaksanaan JPTT di MTsN 5 Sleman ini menggandeng pihak luar, yaitu Pondok Pesantren Modern Ayatuna. “Madrasah melibatkan PP Ayatuna karena Ayatuna memiliki kompetensi yang tinggi untuk menguji tahfiz, dan memang bidangnya. Selain itu, tentu hal ini untuk menjaga obyektivitas dalam menguji. Harapannya semoga madrasah mendapatkan input siswa yang tersaring dengan ketat sehingga menghasilkan kualitas input untuk tahfiz dengan kategori unggul dan kualified.” Papar Pak Majid.

Dalam melakukan ujian tahfiz, panitia pelaksana membaginya menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok berisi 10 pendaftar atau calon siswa. Setiap kelompok, diisi satu penguji dari PP Ayatuna. “Jadi peserta satu persatu maju, menghadap langsung ke ustaz atau ustazah dari PP Ayatuna, kemudian melakukan sesi ujian. Ujian berlangsung dimulai dari wawancara berkaitan dengan keadaan hafalan anak. Dilanjutkan melanjutkan ayat berdasar keadaan hafalan anak, untuk memvalidasi kelancaran dan kebenaran penghafal. Setelah itu, baru calon siswa diminta untuk membaca Al-Qur’an secara random untuk mengukur kemampuan anak dalam membaca Al-Qur’an.” Papar Sigit Wahyu H, S.Pd., Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan sekaligus panitia PPDB MTsN 5 Sleman.

 

MTsN 5 Sleman selalu mengalami kenaikan antusias dari tahun ke tahun. Hal ini karena MTsN 5 Sleman memiliki 3 tipologi yang menjadi dasar. Tipologi tersebut adalah Madrasah Digital, Madrasah Akademik, dan Madrasah Tahfiz. Hal ini menunjukkan bahwa tahfiz merupakan salah satu bidang yang diunggulkan, dan secara sistemik program tahfiz betul-betul digalakkan.

Salah satu calon siswa, Hilmi Abisatya Arkana dari PKBM Yaumi menuturkan bahwa telah mendengar kabar bahwa MTsN 5 Sleman berkomitmen pada program tahfiz. “Saya Insya Allah sudah hafal 2 juz. Harapan saya bersekolah di MTsN 5 Sleman ini agar hafalan tidak hilang, dan mampu menambah hafalan. Selain itu, ingin berprestasi bersama MTsN 5 Sleman.” Harap Hilmi setelah sesi ujian tahfiz selesai ia laksanakan. (Hum-M5)