SLEMAN – (MTsN 5 Sleman) MTsN 5 Sleman menggelar pertemuan bersama wali murid kelas IX pada Jumat (30/10/2026) di Masjid Ulul Albab MTsN 5 Sleman. Berlangsung pukul 07.00–09.00 WIB, kegiatan ini dikemas dalam agenda evaluasi hasil PPTKA-TKAD Kabupaten Sleman, parenting, dan motivasi bagi orang tua. Pertemuan tersebut menjadi upaya membangun sinergi antara madrasah dan keluarga untuk meningkatkan capaian belajar serta mempersiapkan peserta didik menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Pertemuan dihadiri Kepala MTsN 5 Sleman, Suwardi, S.S., M.Pd., Kepala Tata Usaha, serta para Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Kesiswaan, Humas, dan Sarana Prasarana. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh Waka Humas, Mufida, S.Pd., kemudian dilanjutkan sambutan dan arahan dari Kepala Madrasah.
Dalam sambutannya, Suwardi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran para wali murid. Ia juga bersyukur karena peserta didik kelas IX telah mengikuti rangkaian PPTKA-TKAD Kabupaten Sleman dengan maksimal. Meski demikian, hasil yang diperoleh tetap perlu dievaluasi sebagai bahan perbaikan dan peningkatan ke depan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada madrasah. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara madrasah dan orang tua, baik melalui program penguatan pembelajaran di madrasah maupun pendampingan secara individual ketika anak berada di rumah.
“Kesuksesan anak-anak merupakan hasil kerja sama kita semua. Madrasah berupaya memberikan layanan dan program terbaik, sementara orang tua juga memiliki peran penting dalam mendampingi serta meningkatkan kemampuan anak di rumah,” ungkap Suwardi.
Selain evaluasi akademik, pertemuan ini juga memuat unsur parenting dan motivasi bagi wali murid. Melalui penguatan tersebut, orang tua diajak untuk semakin memahami pentingnya pendampingan anak, membangun komunikasi yang positif, memberikan motivasi, serta menciptakan suasana belajar yang mendukung di lingkungan keluarga. Dengan demikian, upaya meningkatkan prestasi anak tidak hanya berlangsung di madrasah, tetapi juga berlanjut secara konsisten di rumah.
Pemaparan evaluasi kemudian disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Moh. Abdul Jabar, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan capaian hasil PPTKA-TKAD yang telah diraih MTsN 5 Sleman secara terperinci. Tidak hanya menyampaikan data hasil, Abdul Jabar juga menguraikan berbagai kesulitan yang dihadapi peserta didik, pemetaan hambatan belajar, serta rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala tersebut. Paparan ini diharapkan memberikan gambaran yang utuh kepada orang tua mengenai kondisi pembelajaran sekaligus kebutuhan penguatan kompetensi peserta didik kelas IX.
Suasana pertemuan semakin dinamis saat memasuki sesi tanya jawab dan diskusi. Lebih dari enam wali murid menyampaikan tanggapan, pertanyaan, maupun masukan dengan antusias. Para orang tua berharap putra-putri mereka dapat memperoleh hasil belajar yang lebih optimal sehingga memiliki bekal yang baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Diskusi berlangsung dua arah. Suwardi dan Abdul Jabar secara bergantian menanggapi berbagai pertanyaan serta mendiskusikan kemungkinan program persiapan dan penguatan bagi peserta didik.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Suwardi membuka ruang seluas-luasnya bagi orang tua untuk terlibat dalam penyusunan program. “Monggo Bapak/Ibu, jika memang dirasa kita perlu menambah program penguatan untuk murid kelas IX, silakan. Saya nderek dengan kemauan Bapak/Ibu. Jika perlu, program ini Bapak/Ibu yang membuatnya. Insyaallah madrasah siap berpartisipasi membantu program,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan pengurus Paguyuban Orang Tua Kelas IX. Paguyuban ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi dan koordinasi antara wali murid dengan pihak madrasah, sehingga berbagai informasi, masukan, serta rencana kegiatan penguatan belajar dapat dikomunikasikan secara lebih efektif.
Melalui pertemuan ini, MTsN 5 Sleman menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Evaluasi bukan sekadar melihat angka dan capaian, melainkan menjadi titik awal untuk mengenali kebutuhan peserta didik dan merancang perbaikan. Dipadukan dengan parenting, motivasi, dan komunikasi yang baik antara madrasah dan keluarga, diharapkan pendampingan peserta didik kelas IX semakin terarah. Sebab, keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh apa yang dipelajari di sekolah, tetapi juga oleh perhatian, dukungan, dan teladan yang mereka dapatkan di rumah. (HumM5)
