SLEMAN – MTsN 5 Sleman kembali menggelar Matsanemas Art Performance Show (MAPS), Senin (26/10/2026), di Lapangan Upacara MTsN 5 Sleman. Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap bulan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan kreativitas dan bakat di bidang seni. Beragam bentuk pertunjukan dapat ditampilkan dalam ajang ini, mulai dari musik, tari, drama, puisi, hingga kreasi seni lainnya. Pada MAPS kali ini, giliran kelas VIII A dan VIII B yang menunjukkan kebolehan mereka di hadapan seluruh warga madrasah.

Kelas VIII B tampil dengan menyanyikan lagu Laskar Pelangi yang dipopulerkan oleh grup band Nidji. Penampilan bersama tersebut menghadirkan semangat kebersamaan dan pesan tentang mimpi serta perjuangan meraih cita-cita. Sementara itu, kelas VIII A menyuguhkan drama musikal yang mengangkat cerita rakyat dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, yakni Legenda Putri Mandalika. Kisah ini menceritakan Putri Mandalika yang dikenal karena kecantikan dan kebijaksanaannya. Ketika sejumlah pangeran memperebutkan dirinya, Mandalika memilih mengorbankan kepentingan pribadinya demi mencegah perselisihan dan menjaga kedamaian masyarakat. Dalam legenda yang berkembang di Lombok, ia kemudian menceburkan diri ke laut dan dipercaya menjelma menjadi nyale atau cacing laut yang muncul pada waktu tertentu. Kisah tersebut sarat dengan nilai pengorbanan, kebijaksanaan, dan kepentingan bersama.

Kedua kelas tampil maksimal dan berhasil memukau para hadirin. Penampilan kelas VIII A menjadi salah satu daya tarik melalui perpaduan akting, tarian, dan nyanyian yang dirangkai dalam sebuah drama musikal. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan kekayaan cerita rakyat Nusantara kepada peserta didik. Antusiasme warga madrasah yang menyaksikan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus sarana menumbuhkan apresiasi terhadap budaya Indonesia.

Kepala MTsN 5 Sleman, Suwardi, S.S., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan MAPS sebagai ruang pengembangan potensi peserta didik. “Kita bisa melihat potensi di bidang seni melalui forum ini. Semua potensi anak-anak dalam mengekspresikan diri menjadi tertampung dengan wadah yang tepat,” ungkapnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama.

Salah satu siswa kelas VIII A, Yasmin, mengungkapkan bahwa kelasnya telah mempersiapkan penampilan dengan sungguh-sungguh. “Alhamdulillah, kita Jumat, Sabtu, dan Minggu kemarin berkumpul dan berlatih bersama-sama. Senang rasanya bisa tampil pagi ini,” tuturnya. Persiapan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk belajar berproses, berbagi peran, dan menyukseskan pertunjukan secara bersama-sama.

Melalui MAPS, MTsN 5 Sleman berkomitmen memfasilitasi kreativitas peserta didik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberi ruang bagi perkembangan bakat, karakter, dan kepekaan estetis siswa. Dengan mengangkat lagu populer dan cerita rakyat Nusantara, MAPS diharapkan terus menjadi panggung inspiratif bagi generasi muda untuk berani berkarya, menghargai keberagaman budaya, serta melestarikan seni Indonesia melalui kreativitas yang relevan dengan zamannya. (ans/M5)