Sleman – (MTsN 5 Sleman) Upacara bendera rutin hari Senin di MTsN 5 Sleman menjadi momentum untuk mengingatkan murid tentang pentingnya etika dalam dunia digital. Bertempat di lapangan upacara madrasah, kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kusni, S.Sos., M.Pd.I., sedangkan petugas upacara dipercayakan kepada murid kelas IX A.
Dalam amanatnya, Kusni menyoroti kehidupan masyarakat yang semakin lekat dengan teknologi digital, terutama dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, kemudahan berkomunikasi dan berbagi informasi harus diimbangi dengan sikap bijak serta tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa setiap unggahan, komentar, maupun pesan yang dibagikan di ruang digital dapat membawa dampak bagi diri sendiri dan orang lain.
“Tanganmu harimaumu,” pesan Kusni untuk mengingatkan murid agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jari yang mengetik dan mengunggah sesuatu dapat menjadi sumber kebaikan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan apabila digunakan tanpa pertimbangan. Karena itu, setiap pengguna media sosial perlu berpikir sebelum menulis, memeriksa sebelum membagikan, dan mempertimbangkan dampak sebelum berkomentar.
Kusni juga menekankan pentingnya kemampuan menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Murid diharapkan tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih jika informasi tersebut berpotensi memancing emosi atau memprovokasi. Memeriksa sumber berita, membandingkan informasi dengan sumber tepercaya, serta tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi merupakan langkah sederhana untuk mencegah penyebaran hoaks.
Selain bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, etika berbahasa di media sosial juga menjadi perhatian. Murid diingatkan untuk menggunakan bahasa yang santun, menghormati perbedaan pendapat, tidak melakukan perundungan siber (cyberbullying), tidak menyebarkan privasi orang lain, serta menghindari komentar yang merendahkan atau menyakiti pihak lain. Perbedaan pendapat hendaknya disampaikan dengan alasan yang baik, bukan melalui hinaan, ujaran kebencian, atau serangan pribadi.
Pesan tersebut menegaskan bahwa jejak digital merupakan bagian dari tanggung jawab setiap pengguna teknologi. Apa yang ditulis dan dibagikan hari ini dapat tersimpan serta berdampak pada masa mendatang. Oleh karena itu, murid perlu membangun kebiasaan berdigital yang sehat: menggunakan media sosial seperlunya, menjaga keamanan data pribadi, menghargai hak orang lain, dan memanfaatkan teknologi untuk belajar serta menyebarkan hal-hal positif.
Melalui amanat upacara ini, MTsN 5 Sleman tidak hanya mengingatkan murid untuk menaati aturan di lingkungan madrasah, tetapi juga membekali mereka dengan kesadaran berperilaku baik di ruang digital. Sebab, menjadi generasi yang cakap teknologi tidak cukup hanya mampu menggunakan perangkat digital, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, menjaga kesantunan, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan di dunia maya. (ans/HumM5)
